Page 6 - Panduan-Belajar-Membaca-Mushaf-Al-Quran-Isyarat-Versi-PDF-Website
P. 6
PANDUAN BELAJAR MEMBACA MUSHAF AL-QUR’AN ISYARAT
A. Pendahuluan
Buku ini merupakan panduan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu
Wicara (PDSRW) dan masyarakat umum dalam belajar dan mengajarkan membaca
Al-Qur’an Isyarat. Al-Qur’an Isyarat adalah mushaf Al-Qur’an menggunakan Isyarat
yang diperuntukkan bagi PDSRW.
Buku ini menyajikan dua pilihan metode membaca mushaf Al-Qur’an Isyarat,
yaitu:
1. Metode Kitabah: membaca mushaf Al-Qur’an dengan isyarat melalui pendekatan
kitabah/tulisan,
2. Metode Tilawah: membaca mushaf Al-Qur’an dengan isyarat melalui pendekatan
tilawah/bacaan.
B. Komponen Penampil
Tangan yang digunakan untuk berisyarat adalah tangan kanan pembaca
Al-Qur’an. Jika tidak memungkinkan menggunakan tangan kanannya, maka diper-
kenan kan menggunakan tangan kirinya, namun arah isyaratnya berlawanan dengan
pengguna tangan kanan, berlaku seperti pada cermin/mirroring. Saat membaca
mushaf Al-Qur’an isyarat, hendaknya memperhatikan adab membaca Al-Qur’an, yaitu:
berwudu, menutup aurat, menghadap kiblat, tartil, dan lain-lain.
C. Komponen Penentu
Ketentuan dalam membaca huruf hijaiah atau Al-Qur’an dalam Bahasa Isyarat
meliputi:
1. Area pergerakan tangan adalah bagian depan pembaca, di bawah kedua mata, di
atas pusar, tidak lebih dari sisi kanan dan kiri tubuhnya.
2. Penjelasan arah orientasi tangan pada pembacaan Al-Qur’an isyarat:
a. Menunjuk lurus ke atas, artinya: ujung jari menghadap ke arah atas pembaca.
b. Menunjuk ke kiri atau kanan, artinya: ujung jari menghadap ke arah kiri atau
kanan pembaca.
c. Menghadap ke luar, artinya: telapak tangan menghadap ke arah luar tubuh
pembaca.
d. Menghadap ke dalam, artinya: telapak tangan menghadap ke arah dalam
tubuh pembaca.
v

